Back to Top

ALUR/PLOT DALAM KARYA FIKSI

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang unsur-unsur dalam fiksi yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Salah satu unsur intrinsik tersebut ialah alur/plot.

Sebelum membahas lebih jauh, saya akan kutip lagi pengertian dalam KBBI.

Alur ialah rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan saksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian. Alur juga bermakna jalinan peristiwa dalam karya sastra untuk mencapai efek tertentu (pautannya dapat diwujudkan oleh hubungan temporal atau waktu dan oleh hubungan kausal atau sebab-akibat).

Plot ialah jalan (alur) cerita (dalam novel, sandiwara, dan sebagainya). Plot merupakan perjalanan cerita dari awal, tengah, dan akhir.

Alur merupakan bahasa Indonesia dari plot dalam bahasa Inggris. Namun, dalam KBBI baik alur maupun plot memiliki lema sendiri. Jika kamu perhatikan lagi, memang ada perbedaan dari pengertian alur dan plot. Banyak penulis yang terbalik-balik dalam mendefinisikannya, tetapi saya akan berpegangan pada KBBI saja.

Meskipun sama-sama “bertugas” membawa cerita menuju akhir, plot dan alur berbeda. Plot merupakan jalan cerita dari awal, tengah, dan akhir. Sedangkan, alur merupakan jalinan peristiwa yang pautannya atau ikatannya dapat diwujudkan oleh hubungan temporal atau waktu dan oleh hubungan kausal atau sebab-akibat. Jadi, yang terpengaruh oleh hubungan sebab-akibat adalah alur, sedangkan plot merupakan urutan kejadian atau kronologis cerita dari awal sampai akhir.

Berdasarkan pergerakan atau rangkaian peristiwanya, alur dibedakan menjadi tiga:

  • Alur maju, yaitu rangkaian peristiwa yang dituturkan secara lurus dari awal hingga akhir.
  • Alur mundur, cerita diawali dari peristiwa yang menjadi bagian dari penutup kemudian dituliskan sorot balik/flashback yang menceritakan awal kisah.
  • Alur campuran, merupakan gabungan dari alur maju dan alur mundur dalam satu cerita.

Berdasarkan susunannya, secara umum plot meliputi:

  • Awal

Yang termasuk bagian ini antara lain pengenalan tokoh, penjelasan setting awal, kejadian yang mengawali atau memancing peristiwa, serta awal dari konflik. Pada bagian ini biasanya tokoh masih memiliki rasa berat hati atau keragu-raguan. Contohnya dalam The Hobbit ketika Gandalf dan para Dwarf datang ke rumah Bilbo dan menunjuknya agar menjadi bagian dari perjalanan mereka, di sini terlihat sekali keengganan Bilbo.

  • Tengah

Termasuk bagian ini antara lain titik penentu atau keputusan yang diambil tokoh, yang membuatnya tidak bisa kembali dan harus menyelesaikan apa yang sudah menjadi keputusannya. Misalnya, ketika Bilbo akhirnya mengejar para Dwarf serta Gandalf dan memutuskan ikut dalam perjalanan dengan menandatangani kontrak. Selanjutnya, masih merupakan bagian tengah plot adalah klimaks atau puncak masalah dan krisis atau saat yang menentukan dalam cerita ketika situasi menjadi berbahaya dan keputusan harus diambil. Contoh dari ini adalah ketika para Dwarf putus asa dan Bilbo dihadapkan pada pilihan untuk pulang ke Shire atau tetap bersama dan membantu mereka.

  • Akhir

Bagian akhir meliputi resolusi atau penurunan dari klimaks dan akhir cerita. Akhir cerita itu sendiri bisa berupa akhir tertutup atau akhir terbuka. Akhir terbuka sesuai namanya menyajikan akhir yang dapat merangsang pembaca untuk mengembangkan jalan cerita berdasarkan imajinasi mereka sendiri. Sebaliknya, akhir tertutup menutup cerita dengan akhir yang benar-benar “berakhir” sehingga menghalangi pembaca untuk mengembangkan jalan cerita. Jenis akhir terbuka tampak pada adaptasi film The Hobbit pertama dan kedua, sedangkan akhir terbuka ada pada film ketiga yang menunjukkan bahwa Bilbo pulang ke rumahnya di Shire.

Itulah gambaran umum tentang alur/plot dalam cerita fiksi. Di lain waktu, kita bisa membahas plot linear, plot episodic, dan dua jenis lainnya. Terus pantau situs ini, ya!

Share

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.