Back to Top

Elemen-Elemen Penting dalam Menulis Novel

Halo, Author.

Pada artikel sebelumnya, yaitu NOVEL: Pengertian dan Contoh, saya sempat menyinggung tentang elemen-elemen penting dalam menulis novel. Sekarang, saya akan mencoba menguraikannya berdasarkan buku yang pernah saya baca.

Jessica Brody dalam bukunya, Save the Cat! Writes a Novel, The Last Book on Novel Writing You’ll Ever Need yang ditulis berdasarkan buku Blake Snyder berjudul Save the Cat! The Last Book on Screenwriting You’ll Ever Need menyebutkan bahwa setiap kisah hebat yang pernah diceritakan memiliki tiga fondasi penting: plot, struktur, dan transformasi karakter. Mengapa tiga hal ini penting? Mari kita bahas satu per satu.

Plot jika hanya berdiri sendiri, tidak cukup untuk membuat sebuah cerita. Bahkan, bisa dibilang tidak berguna. Kamu memiliki gambaran serangkaian peristiwa, tetapi tidak tahu kapan itu terjadi dan di mana kejadiannya, untuk apa? Di sinilah kamu memerlukan struktur cerita. Sekarang, kamu sudah memiliki daftar peristiwa serta struktur yang merangkai urutan-urutan peristiwa itu terjadi dan waktunya, lalu siapa yang berperan di sana? Maka, tambahkan karakter yang ingin berubah dan benar-benar berubah di akhir cerita. Voila! Kamu telah mendapatkan kisah yang layak diceritakan. Namun, sebelum kamu menuliskannya, sebaiknya lanjutkan dulu membaca artikel ini.

Secara umum, penulisan novel diawali dari pengenalan karakter, peristiwa yang mendasari konflik, perluasan konflik dan ketegangan hingga mencapai klimaks, lalu menuju penyelesaian dan akhir cerita. Pada paragraf sebelumnya, kita telah membahas tentang plot atau rangkaian peristiwa, struktur, dan karakter. Selanjutnya, kita bahas tentang konflik dan ketegangan dalam cerita.

James Scott Bell dalam Elements of Fiction Writing: Conflict and Suspense menuliskan bahwa konflik dan ketegangan adalah peralatan seni yang akan membawa masalah dalam cerita ke pembaca. Dengan pengolahan konflik dan ketegangan yang baik, pembaca bisa masuk ke cerita dan merasakan apa yang dirasakan tokoh-tokoh dalam cerita tersebut serta mengalami pengalaman batin yang membuat pembaca merasa terikat. Secara gampangnya, agar pembaca relate dengan cerita.

Konflik telah lama dikenali sebagai mesin penggerak cerita. Tanpa konflik, tak ada drama. Tanpa drama, tak ada ketertarikan. Tanpa ketertarikan, tak ada pembaca. Dan, tak ada karir menulis. Peristiwa gunung meletus bukan konflik, ini adalah kejadian alam yang lumrah. Namun, jika kamu menceritakan tentang seorang pria yang berusaha menyelamatkan keluarganya dari bencana ini, itulah konflik. Dia menggunakan keinginannya untuk memecahkan masalah. Ini adalah konflik yang melibatkan manusia melawan alam. Si pria memiliki keinginan, alam menawarkan pertentangan. Ini seperti dalam film 2012atau The Day After Tomorrow yang juga menyajikan konflik antara manusia dan alam. (BACA: Macam-Macam Konflik Cerita)

Sementara itu, suspense atau ketegangan muncul karena konflik. Pernahkah kamu membaca sebuah novel dan berhenti di tengah jalan karena merasa ceritanya membosankan? Ini adalah akibat dari penyajian ketegangan cerita yang lemah. Penulis yang mampu menghadirkan rasa menegangkan dalam ceritanya akan membuat pembaca bertahan untuk terus membalik halaman hingga cerita tamat, terlepas dari tebakan-tebakan yang mereka ajukan selama membaca. Akankah karakter yang terlibat dalam konflik menjalankan keinginannya sedemikian rupa untuk mengatasi masalah? Apa yang terjadi kemudian? Bagaimana cerita ini berakhir? Dan, apakah tebakanku benar? Ini adalah beberapa pertanyaan yang bisa muncul dalam benak pembaca. Ketegangan ini menciptakan perasaan ketidakpastian yang menyenangkan. Pembaca tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi terdorong untuk terus membaca agar mengetahuinya. Inilah suspense. Dan, setiap novel membutuhkannya.

Kesimpulan, elemen-elemen penting dalam penulisan novel yaitu plot, struktur cerita, karakter, konflik, dan ketegangan dalam cerita. Jika kelima hal ini sudah digenggam, menulis novel akan lebih mudah. Selamat mencoba!

Share

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.